Beranda » BERITA » BimTek Penyusunan Dapil dan Alokasi Kursi Pemilu 2019 Serta Penguatan Kelembagaan KPU Kota Magelang
Senin, 04 Desember 2017 - 10:44:31 WIB
BimTek Penyusunan Dapil dan Alokasi Kursi Pemilu 2019 Serta Penguatan Kelembagaan KPU Kota Magelang
Diposting oleh : Administrator KPU Kota Magelang
Kategori: BERITA - Dibaca: 37 kali

Magelang, kpud-magelangkota.go.id-  Bimbingan Teknis Penyusunan Dapil dan Alokasi Kursi Pemilu 2019 Serta Penguatan Kelembagaan Komisi Pemilihan Umum Kota Magelang yang dilaksanakan pada Sabtu (02/12) sampai dengan Minggu (03/12) di Sambi Resort,  Jalan  Kaliurang Km.19.2 Desa Wisata Sambi, Sleman – Yogyakarta.

Ketua KPU Kota Magelang Drs. Basmar Perianto Amron, M.M menyampaikan bahwa dalam Penyusunan Dapil dan Alokasi Kursi Pemilu 2019 terdapat 7 (tujuh) prinsip yang harus dipenuhi untuk memahami dan menyamakan satu persepsi di seluruh jajaran Anggota dan sekretariat KPU Kota Magelang, untuk memperkuat pemahaman tersebut agar semua peserta bisa mengikuti acara tersebut dengan cermat. Diharapkan dalam merencakan dapil nanti, apabila ternyata agregat ditiap kecamatan ada selisih yang memungkinkan penggabungan kecamatan ataupun sama seperti yang dulu data kependudukan (data Pemilih), prinsip kesetaraannya tetap terjaga,”ungkapnya.

Sebagai Narasumber adalah Dosen Fisipol UGM Sigit Pamungkas, S.IP.,M.A, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Magelang Drs. Hartoko dan Anggota KPU Kota Magelang Divisi Teknis Drs. Budi Sulistyo, Sebagai Moderator adalah Anggota KPU Kota Magelang Iwan Dono Indarto.

Sigit Pamungkas dalam pemaparannya menyampaikan tentang Prinsip Penataan Derah Pemilihan diantaranya Prinsip-Prinsip Daerah Pemilihan yaitu Kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem pemilu yang proposional, proposionalitas, integritas wilayah, berada dalam cakupan wilayah yang sama, kohesivitas dan kesinambungan.

Sigit menambahkan bahwa ada 2 (dua) teknis yang biasa digunakan dalam pemolaan dapil, yang pertama teknik Packing yaitu menempatkan satu tipe suara dalam satu daerah pemilihan untuk mengurangi pengaruh dari daerah pemilihan lainnya, yang kedua teknik cracking yaitu membentangkan suatu tipe suara tertentu ke dalam banyak daerah pemilihan untuk mengurangi kecukupan blok suara di daerah pemilihan tertentu.

Sementara itu, Hartoko menyampaikan bahwa Perhitungan Alokasi Kursi dan Penataan Dapil Dengan Data DKB (Data Konsolidasi Bersih) maupun Data SIAK (Sistem Administrasi Kependudukan) menunjukkan hasil yang sama, karena deviasi kedua data kecil dan cenderung menurun, Pemutakhiran database melalui coklit dan konsolidasi data secara berkesinambungan penting untuk dilakukan guna akurasi Perhitungan Logistik Pemilu, Sinergitas Antar Stakeholder merupakan kunci percepatan dan keakuratan pemutahiran database kependudukan.

Selanjutnya Budi Sulistyo dalam pemaparannya menjelaskan tentang Mekanisme Penghitungan Alokasi Kursi yaitu menentukan jumlah kursi DPRD Kabupaten/Kota berdasarkan jumlah penduduk, menetapkan angka bilangan pembagi penduduk (BPPd) dengan cara membagi jumlah penduduk dengan jumlah alokasi kursi, menentukan alokasi daerah pemilihan dilakukan dengan cara membagi jumlah seluruh penduduk kecamatan daerah pemilihan (Dapil) dengan BPPd, menentukan jumlah kursi yang sudah dialokasikan ke seluruh Dapil dengan cara menjumlahkan seluruh kursi yang telah dialokasikan kepada pemilih yang bersangkutan, menghitung jumlah sisa kursi yang belum dialokasikan di seluruh Dapil. Budi menambahkan bahwa apabila pada penghitungan tahap pertama masih terdapat sisa kursi dibagikan ke dapil dengan sisa penduduk tertinggi,”ujarnya.

Peserta dalam Bimbingan Teknis Penyusunan Dapil dan Alokasi Kursi Pemilu 2019 Serta Penguatan Kelembagaan adalah seluruh Anggota dan jajaran Sekretariat KPU Kota Magelang juga hadir dari dinas terkait yaitu Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Magelang.



0 Komentar :